Disalah satu sekolah ada seorang siswa yang selalu menjadi korban bully teman kelasnya. Dia adalah Ina, seorang anak yang pendiam dan cerdas. Ina dikenal mempunyai sikap yang baik dan sopan terhadap semua orang dan diapun sangat disukai oleh orang-orang. Tetapi tidak dengan teman kelasnya, teman kelasnya selalu membully Ina. Ada salah satu geng dikelas Ina, “KOKAR” itu adalah nama geng yang sangat tidak menyukai Ina diantara teman kelas yang lainnya. KOKAR tidak menyukai Ina karena Ina selalu diseganin semua orang. Ina diseganin semua orang karena kecerdasannya dan prestasi yang ia raih.
Pada saat Ina ke ruang seni, dan sedang sendiri. Geng KOKAR datang menghampiri Ina.
Geng KOKAR mendorong Ina hingga terjatuh.
 “ada apa?” ujar Ina
“gak usah sok lugu lo” ujar Kokar
“apa maksud kalian, kenapa kalian mendorong saya” ujar Ina
“dasar culun, lo gak usah sok baik depan semua orang” ujar Kokar
“aku gak ngerti apa yang kalian maksud” ujar Ina
Geng kokar mengjambak rambut Ina
“jangan macem-macem lo sama kita, hidup lo gak akan tenang. Ngerti ?” ujar Kokar
Geng kokar berjalan meninggalkan ruang seni
Ina pun masih menangis di dalam seni

Pada pagi hari sebelum banyak siswa yang datang ke sekolah, ina berjalan ke kelas tetapi tidak melalui jalan yang biasa ia lalui. Ina berjalan menuju kelas melewati satu ruangan yang sudah lama tidak dipakai dan pihak sekolah pun melarang siswa/i untuk masuk ruangan itu.
Ketika ina sedang berjalan melalui ruangan terlarang itu
Tiba-tiba terdengar suara seperti jatuhnya barang, dan Ina pun kaget
Ina merasa penasaran dengan ruangan tersebut
Ina pun mengingat pesan yang disampaikan oleh pihak sekolah, bahwa tidak boleh ada seorang pun yang masuk ke dalam ruangan tersebut
Ina sangat penasaran dan bertekad untuk masuk ke ruangan tersebut
Akhirnya ina membuka pintu dengan perlahan dan ia pun masuk ke dalam ruangan, ina melihat lihat isi ruangan
Tiba-tiba Ina menemukan sebuah buku diary didalam ruangan.
“ada buku, buku diary siapa ini? Bukankah ruangan ini sudah lama tidak dipakai” ujar Ina
Ina keluar dari ruangan dan langsung menuju kelasnya, setelah sampai kelas. Ina dibuat penasaran dengan isi dari diary itu.
Setelah bel pulang berbunyi, ina buru-buru pulang
Saat sampai dirumah ia membaca isi diary itu
Dengan wajah yang tegang dan rasa penasaran ina membaca diary itu

Keesokkan harinya sebelum jam pelajaran dimulai, ina dikerjai geng kokar dan kursinya di beri lem. Ina yang disitu tidak menyadarinya langsung duduk begitu saja. Begitu jam istirahat, saat ina ingin menuju kantin, ina ditertawakan oleh semua teman sekolahnya. Ina pun masih belum menyadari bahwa ada kotoran bekas lem dirok nya,dan ada salah satu murid yang baik hati bernama Nadin yang memberitahu bahwa ada kotoran di rok ina.
Ina berlari ke toilet untuk membersihkan roknya
Setelah membersihkan roknya, ina menangis merasa malu
“apa salah aku, kenapa aku selalu jadi bahan bully-an mereka” keluh Ina
Tiba-tiba Nadin datang, dan menepuk pundak Ina
“aku tau kamu kuat, pasti kamu bisa menghadapi mereka” ucap Nadin
“mereka tuh iri sama kamu, kamu nya pun jangan diem aja kalau dibully. Kamu harus melawan, kalau kamu diem aja mereka juga gak pernah kapok” lanjut nadin
Ina tersenyum, dan berkata “makasih ya din, kamu udah kuatin aku”
Nadin dan Ina berjalan menuju kantin, dari kejauhan geng kokar shock melihat ina membawa buku diary yang ditemuinya di ruangan terlarang. Ketika didalam kelas, geng kokar terus memperhatikan ina.

Pagi-pagi geng kokar menggeledah tas milik ina untuk mencari buku diary itu, geng kokar sangat terburu-buru sebelum ina dan teman kelasnya datang.
Akhirnya geng kokar menemukan buku diary itu
“ini dia bukunya” ucap salah satu anggota geng kokar
“ini kan…buku milik Na..tasha (panic)” lanjut Sina ketua geng kokar
“Natasha? Serius lo” ujar syasa
“darimana anak culun itu dapat diary ini” lanjut sina
(geng kokar merasa heran)
Akhirnya buku diary itupun di buang oleh geng kokar
Ina yang sedang serius belajar, tidak menyadari kalau buku diarynya hilang
Ketika jam istirahat tiba, ina ingin keperpustakaan dan membawa buku diary itu.
Ketika dijalan menuju perpustakaan ina berpapasan dengan syasa (salah satu anggota kokar) syasa terkejut ketika ina sedang membawa buku diary itu.
Syasa berlari menghampiri teman-temannya untuk memberitahu kalau buku diary itu ada ditangan Ina
 “buku diary itu (panic)” ujar syasa
“buku diary mana?” jawab Sina
“buku diary yang kita buang tadi pagi itu, ada di tangan ina” lanjut Syasa
“apaaaaa? (terkejut)” anggota geng kokar

Geng kokar pun langsung menuju perpustakaan untuk memastikannya
Sina heran kenapa buku itu bisa kembali ke tangan sina dan dapat dari mana ina buku diary itu
            Waktu pulang sekolah ina mampir ke ruang seni, dan geng kokar mengikuti ina. Geng kokar mengikuti ina untuk melampiaskan rasa penasaran.
Sina dan teman-temannya sedang berkumpul dirumah Sina, ketika sedang berkumpul terlihat dari jendela ada seseorang yang sedang berdiri di luar jendela. Syasa menyadari ada sosok wanita yang sedang memperhatikan mereka. Mereka semua pun panic ketakutan

Sina berkata, “siapaa lo, jangan ganggu kita”

Terdengar suara yang seram dan mereka semua ketakutan
            Dan arwah Natasha menunjukkan dirinya kehadapan Sina dan teman-temannya
Arwah sina mengatakan, “Jangan ganggu sahabatku, jangan ganggu sahabatku”
“apa maksud lo” ucap sina
“siapa yang lo maksud, pergi lo sana” lanjut Sina
            Geng kokar pun masih memikirkan siapa yang dimaksud oleh Alm.Natasha
“ jangan-jangan yang dimaksud dia itu Ina, kan selama ini yang sering kerjain cuma Ina” ucap gangga
            Saat disekolah Ina langsung dibawa geng kokar ke ruang seni, dan Ina di siksa hingga tiada ampun.
 “jawab jujur, lo ada hubungan apa sama Natasha?” ucap Sina
Ina hanya diam
“jawaab!” lanjut Sina
“apa maksud kalian, aku gak ngerti” jawab Ina
“gak usah sok lugu, gua tau lo pasti pura-pura”lanjut Sina
            Ina pun didorong dan dijambak oleh geng kokar, ketika ingin memaksa (memagang pipinya sangat kencang) Ina, tiba-tiba tangan sina ada yang menekan dan terlepas dr pipi Ina.
“kenapa sin” ucap gangga
Sina yang tampak masih bingung, hanya menggeleng saja
Ina menangis hingga tersedak-sedak
            Lalu nadin datang dan menenangkan Ina. Nadin memeluk Ina, dan menghapus air matanya.
Saat dirumah ina membaca diary itu hingga habis, ina pun menangis ketika mengetahui bahwa diary itu milik sahabatnya Natasha yang bunuh diri di gudang itu atau yang disebut ruang terlarang karena sudah tidak tahan dengan bully-an dari geng kokar.
Keesokan pagi, di sekolah geng Kokar tetap mengganggu Ina. Tetapi Ina, langsung melawan. Ina sudah tidak seperti dulu yang dibully tapi diam saja.
Geng kokar menghampiri ina, dan menyiram ina dengan jus
 “heh, jangan pikir sekarang saya takut ya sama kalian” ujar Ina
“apa lo bilang, lo berani sama kita?” jawab Sina
“saya bukannya Ina yang dulu, yang diem aja pas kalian bully” ujar ina
“oh, anak culun yang cupunya super duper. Udah berani guys sama kita” saut Syasa
“HAHAHAHA” geng kokar tertawa
“sekarang lo mau apaa?” Tanya Sina
“mau saya, kalian harus tanggung jawab” jawab Ina
“hah? Tanggung jawab apa” jawab Sina
“gara-gara kalian sahabat saya bunuh diri” ujar Ina
“sahabat? (geng kokar berpikir)”
“siapa maksud lo” ucap Sina
“Natasha, Natasha bunuh diri gara-gara kalian. Karena kalian selalu bully dia” jawab Ina
Sina pun langsung terdiam dan geng kokar kaget mendengat jawaban Ina
“karena kita? HAHAHAHAHA emang dasar sahabat lo aja yang cupu (tetap bersikap pede)” ujar Sina
            Geng kokar langsung meninggalkan Ina, dan mereka menyusun rencana untuk mengabisi Ina. Tetapi rencana mereka gagal, karena nadin datang. Kebetulan hari itu Ina sedang ada tugas praktek diruang seni jadi geng kokar ingin menghabiskan ina di ruang seni.
Ina yang sedang duduk tiba-tiba mejanya di gebrak oleh geng kokar
 “mau apa kalian” ujar Ina
“mau kita lo mampus” jawab Sina
Tiba-tiba Ina di jambak dari belakang oleh anggota lainnya ina dibawa keujung ruang seni oleh geng kokar
“tadi lo bilang kan, lo berani sama kita. Coba lawan kita” ujar Sina
“kalian semua emang tidak punya hati” jawab  Ina
“kalian bukan Manusia” lanjut Ina
“apa lo bilang, trus lo apaa? Peri? Malaikat? HAH!!” ujar Sina
            Wajah Ina di corat coret oleh geng kokar, rambut Ina pun di gunting. Ina hanya bisa menangis, berteriak dan menunggu seseorang datang untuk menolong dia.
 “Tolong… tolong saya” ujar Ina
“HAHAHAA gak akan ada yang bisa nolongin lo” ujar Sina
            Tiba-tiba ada angin datang. Cukup kencang dan Sina terlempar. Anggota geng kokar pun berhenti, geng kokar pun terjatuh. Mereka pun sok berani, geng kokar hanya kebingungan.
“ada apa ini” ujar Syasa
“Siapa yg ngelakuin ini” jawab Sina
“jangan pikir kita takut, kita gak pernah takut sama siapapun” lanjut sina
“jangan ganggu teman saya” suara Natasha
            Geng kokar pun ketakutan dan berlari keluar, sebelum geng kokar keluar. Nadin pun datang untuk menolong Ina
“belum puas ya lo semua, nge-bully Ina” ujar Nadin
“emang lo gak ada kerjaan, HAH! Dulu alm.natasha sekarang ina. Besok siapa lagi” lanjut nadin
“berani ya lo ngomongin gitu sama kita” saut Sina
“gua gak pernah takut sama siapapun, apa lagi sama kalian semua” jawab Nadin
“oh okee, awas ya lo” jawab Sina
“jangan pernah lo ganggu Ina lagi, kalau sampe lo ganggu ina… (berhenti sambil wajah kesal)” ujar Nadin
“kalau sampe apaa? HAH! Sampe apaa?” jawab sina
“kalau sampe lo ganggu ina, lo semua bakal berhadapan langsung sama gua. Ngerti lo” ujar Nadin

            Geng kokar langsung keluar dr ruang, tetapi Sina berdiri berhadapan langsung dengan Nadin dan berucap
“Fine, kali ini anak culun itu gua lepas. Inget urusan kita belum selesai” jawab Sina

------------------------------------
Note : Bagaimana tanggapan kalian ttg maraknya pembully-an dimasa ini?

Semoga bermanfaat dan Mohon maaf bila ada kekurangan
Terima kasih

Komentar

  1. Yang seharusnya dimiliki seorang pelajar ialah harus menjadi pribadi yang berpendidikan bukan malah merasa sok jagoan, disekolah tuh kita ngincer ilmu, bukan ngincer nyawa seseorang.
    Tanggapan gw tentang maraknya pembullyan saat ini, bisa mengganggu psikologis yang lebih berat ke si korban nya, mungkin bisa jadi timbul masalah pada korban, rasa cemas berlebihan, selalu merasa takut, depresi, bahkan dapat menyebabkan si korban merasa sangat ingin bunuh diri.

    BalasHapus
  2. Bullying kayak gini harus di musnahkan. Good story ❤

    BalasHapus

Posting Komentar